Tuesday, 9 January 2018

Tugas Kelompok Softskills Kegagalan Komunikasi Bisnis

Nama : Rafina Sukma Putri
Kelas  : 4EA33 
Npm   : 18214749
Tugas : Softskill ( komunikasi bisnis )

Pengertian komunikasi bisnis 
            
            Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan , pendapata, informasi , instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol – simbol atau sinyal .

Contoh kasus :

PT Golden Castle , bergerak dalambidang konveksi atau textil, mengalami permasalahan antara perusahaan dengan karyawan. Permasalahan ini terjadi yang disebabkan oleh adanya misscommunication antara atasan dengan karyawannya. Adanya perubahan kebijakan dalam perusahaan
mengenai penghitungan gaji atau upah kerja karyawan, namun pihak perusahaan belum memberitahukan para karyawan, sehingga karyawan merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak perusahaan. Para karyawan mengambil tindakan yaitu dengan mendemo perusahaan, Namun tindakan ini berujung pada PHKbesar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan.

Perusahaan manapun pasti pernahmengalami permasalahan internal. Mulai dari tingkat individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan lingkup permasalahan yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalahadu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen. 

Contoh lainnya dari permasalahan yang relatif besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak permasalahan dalam bentuk demonstrasi danpemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan.

Penjelasan kasus : 

Didalam hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau perusahaan antarindividu akan sering terjadi. Permasalahan yang sering terjadi biasanya adalah karena masalahkominikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasi masalah dalam perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk meminimalisir dampak yang timbul.Permasalahan atau konflik yang terjadiantara karyawan atau karyawan dengan atasan yang terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya
mogok kerja, bahkan demo.
Sehingga untuk mensiasati masalah ini bias dilakukan dengan berbagai cara : 

1. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi.Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumumanmelalui loudspeaker.
2. Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan.
3. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi Biasanya masalah timbul karena lingkungan yang kurang kondusif di suatu perusahaan. Misalnya, kondisi cahaya yang kurang, atau sirkulasi yangkurang baik, dan temperature ruangan yang tinggi sangat mungkin untuk meningkatkan emosi seseorang, jadi kondisi dari lingkungan juga harus di perhatikan




Sumber : 

Saturday, 11 November 2017

Tugas Softskills Kelompok 2

Ragam dan Jenis Komunikasi Bisnis




Disusun Oleh:
Ade Riana
Denawa N.
Dicky Ahmad
Rafina Sukma Putri
Risnaldi Wisnu
Windy Saputra
Yumnaa Ashiilah

Pengertian Komunikasi Bisnis
Komunikasi bisnis adalah sebuah pertukaran gagasan, ide, pendapat, instruksi, yang bertujuan tertentu melalui simbol atau sinyal yang disajikan secara personal maupun impersonal.
Macam-Macam Komunikasi Bisnis
Berikut macam-macam komunikasi bisnis yang harus anda ketahui:
1. Menurut cara penyampaiannya, ada komunikasi lisan dan tertulis. Lisan secara langsung melalui pembicaraan sedangkan yang tertulis melalui tulisan atau pesan.
2. Menurut perilaku, ada formal dan informal. Formal melalui media seminar, workshop, dll. Sedangkan informal melalui desas desus.
3. Menurut ruang lingkupnya, komunikasi dibedakan menjadi komunikasi internal dan eksternal. Internal meliputi ruang lingkup di dalam perusahaan baik antar karyawan, antar staf, maupun dengan pimpinan perusahaan. Sedangkan komunikasi eksternal mencakup komunikasi dengan luar perusahaan misalkan melalui brosur, pameran atau flyer untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan di luar.
4. Menurut aliran informasi, ada 2, yaitu searah dan 2 arah. Searah biasanya terjadi dalam keadaan darurat, sedangkan 2 arah sering dijumpai baik dari atasan ke bawahan atu sebaliknya.
Jenis-Jenis Komunikasi Bisnis
A. Komunikasi Menurut Penyampaiannya
Dalam kehidupan sehari-hari, berkomunikasi sangatlah penting. Namun terkadang tidak semua orang terampil dalam berkomunikasi. Menurut cara penyampaianya, komunikasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan yaitu komunikasi yang dilakukan secara bertatap muka langsung atau secara lisan tanpa dibatasi oleh jarak. Didalam komunikasi lisan, ada du acara dasar didalam berkomunikasi, yaitu:

a. Komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Didalam komunikasi verbal, kita menyampaikan pesan menggunakan kata-kata (Bahasa).
b. Komunikasi non-verbal, kita mengirimkan pesan menggunakan tanda-tanda, symbol, sikap tubuh(gesture), ekspresi wajah, nada bicara dan tekanan kalimat.
2. Komunikasi Tertulis
Komunikasi tertulis merupakan komunikasi yang dilakukan bisa dalam bentuk surat, naskah, blangko, gambar dan photo maupun dalam bentuk tulisan yang dimaksudkan untuk menyampaikan informasi secara singkat, jelas, dll.
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya dipertimbangkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Disamping itu perlu juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut, misalnya aman, mudah dimengerti dan menimbulkan pengertian yang berbeda dari yang dimaksud.
B.  Komunikasi Menurut Perilaku
Komunikasi menurut perilaku merupakan komunikasi yang terjadi secara otomatis sehingga dapat dipengaruhi oleh perilaku sekeliling kita ataupun posisi seseorang. Dalam komunikasi perilaku dapat dibedakan sebagai berikut:
1.   Komunikai Formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi atau yang tata cara berkomunikasinya telah diatur dalam struktur organisasinya. Komunikasi formal didominasi oleh sifat-sifat kolerasional keluar atau kedalam dari vitalitas potensi-potensinya. Korelasi keluar atau kedalam mempunyai makna perbedaan sifat itulah yang menentukan sifat dari subyek atau obyek komunikasinya. Komunikasi biasa terjadi dalam situasi seminar, kerja perusahaan, konferensi, rapat, dll.
2.   Komunikasi Informal
Yaitu komunikasi yang berada dalam sebuah organisasi yang tidak disetujui secara resmi salah satu bentuknya adalah rantai desas-desus. Desas-desus dalam organisasi terdiri dari beberapa jaringan komunikasi informal yang saling tumpah tindih dan berpotongan di sejumlah titik, artinya beberapa orang mempnyai banyak informasi kemungkinan menjadi bagian jaringa informal.
Dalam komunikasi informal terdapat bebrapa peranan komunikasi informal, antara lain:
• Pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusiawi
• Perlawanan terhadap pengaruh yang monoton
• Pemenuhan keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain pelayanan sebagai sumber informasi hubungan pekerjaan yang tidak disediakan saluran-saluran komunikasi formal.
3.   Komunikasi non informal
Yaitu komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat non formal dan informal yang diantaranya tersebut saling terkait dengan pelaksanaan tugas organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi maupun.
C.   Komunikasi Menurut Ruang Lingkup
Dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat sebagai berikut:
1.   Komunikasi Internal
Yaitu komunikasi yang berlangsung dalam ruang atau lingkungan organisasi perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan itu saja.
Dalam komunikasi internal ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
a. Komunikasi Horisontal, komunikasi yang terjadi antara anggota staff dengan staff yang dimana sifatnya tersebut tidak normal tetapi komunikasi ini tidak terjadi dalam situasi kerja.
b. Komunikasi Vertikal, komunikasi yang terjadi dari pimpinan ke staff atau staff ke pimpinan dengan cara timbal balik. Misalkan seperti perintah, teguran pujian, dan sebagainya.
c. Komunikasi Diagonal, komunikasi yang terjadi antara pimpinan atau bagian pegawai lain atau juga komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang mempunyai kedudukan tidak sama pada posisi tidak sejalur vertical.
2.   Komunikasi Eksternal
Yaitu komunikasi yang terjadi antara pimpinan organisasi (perusahaan) dengan audience diluar organisasi. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk:
• Eksposisi, pameran,promosi, dan publikasi
• Komprensi pers
• Siaran televise, radio, dan sebagainya
• Bakti social dan pengabdian pada masyarakat.
D.  Komunikasi Menurut Aliran Informasi
Dalam Komunikasi yang paling dibutuhkan adalah sebuah informasi, karena informasi itu nantinya akan menentukan macam komunikasi komunikasi yang sedang terjadi. Dalam komunikasi menurut aliran informasi ini dapat dibedakan sebagai berikut:
1.   Komunikasi Satu arah (simplex)
Komunikasi yang terjadi satu pihak saja. Biasanya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendadak atau darurat.
2.   Komunikasi dua arah
Komunikasi yang terjadi secara timbal balik. Maksudnyan adalah dalam komunikasi ini dapat saling menguntungkan antara kedua belah pihak.
3.   Komunikasi Keatas
Komunikasi yang terjadi dari bawah kepada atasan
4.   Komunikasi kebawah
Komunikasi terjadi dari bawahan kepada atasan
5.   Komunikasi Kesamping
Komunikasi yang terjadi diantara orang-orang yang memiliki kedudukan sejajar.

E.   Komunikasi Menurut Jaringan Kerja
Yaitu komunikasi yang terjadi didalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi yang ditetapkan dalam sebuah jaringan kerja.
Komunikasi menurut jaringan kerja dapat dibedakan menjadi:
• Komunikasi jaringan kerja rantai
• Komunikasi jaringan kerja lingkaran
• Komunikasi jaringan kerja bintang
F.   Komunikasi Menurut Peranan Individu
Dalam komunikasi ini, yang sangat mempengaruhi keberhasilan dari suatu proses komunikasi adalah peranan individu. Komunikasi menurut peranan individu dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Komunikasi antar individu dengan individu yang lain
2. Komunikasi antar individu dengan lingkungan yang lebih luas
3. Komunikasi antar individu dengan dua kelompok atau lebih
G.  Komunikasi Menurut Jumlah yang Berkomunikasi
Komunikasi bisa terjadi sesama manusia baik kelompok atau perorangan. Oleh karena itu banyak sedikitnya jumlah yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri. Komunikasi menurut jumlah yang berkomunikasi dapat dibedakan sebagai berikut:
1.   Komunikasi Perorangan
Yaitu komunikasi yang terjadi hanya pada perorangan saja atau individual dengan bersifat pribadi. Misalkan saja cerita tentang permasalahan pribadi, dll.
2.   Komunikasi kelompok
Yaitu komunikasi yang berlangsung didalam suatu kelompok atau organisasi mengenai masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok maupun organisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Drs. Djoko Purwanto, M.B.A.Komunikasi Bisnis Edisi 3, Penerbit Erlangga.
http://www.usaharumahan19.com/2016/06/pengertian-macam-komunikasi-bisnis.html

Sunday, 24 September 2017

Tugas Softskills Komunikasi Bisnis



Tugas Softskills Komunikasi Bisnis

Rafina Sukma Putri
18214749
4EA33

Buku           : Komunikasi Bisnis Edisi Empat
Pengarang   : Drs. Djoko Purwanto MBA
Hak Terbit  : Erlangga

1.     Pengertian Komunikasi Bisnis adalah bentuk komunikasi yang bisa berupa lisan mau tulisan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dimana kita bisa mengeluarkan pendapat, gagasan, dan ide yang dimana dapat berhubungan dengan pencapaian bisnis yang diperbincangkan.
2.     Proses Komunikasi        :
a.     Pengirim mempunyai suatu gagasan atau ide yang akan disampaikan kepada penerima
b.     Lalu pengirim akan mengubah ide tersebut menjadi lebih jelas lebih detail yang dimana bisa disebut pesan.
c.      Lalu pengirim akan menyampaikan dan menjelaskan pesan tsb.
d.     Penerima otomatis akan menerima pesan dari pengirim.
e.      Penerima akan menafsirkan pesan yang dikirim dari pengirim
f.       Penerima akan menanggapi, mengomentari dan memberikan umpan balik kepada pengirim.
3.     Bagaimana Komunikasi yang Efektif  ?
Pertama komunikator yang cerdas harus bisa memprediksikan apakah pesan yang akan dikirim kepenerima dapat dipahami oleh penerima atau tidak. Lalu dalam menyampaikan pesan harus ada ekspresi yang jelas agar pesan yang disampaikan dapat tergambar dengan jelas, lalu komunikator harus mempunyai keyakinan dan optimism yang tinggi bahwa orang yang diberikan pesan dapat di terima, lalu harus ada keharmonisan disetiap komunikasi sehingga tidak ada salah paham yang terjadi.
4.     Hambatan komunikasi   :
a.     Pengirim tidak dapat mengembangkan pesan dengan baik sehingga penerima tidak paham apa maksud dari pengirim.
b.     Pengirim tidak dapat menyampaikan pesan ke penerima dengan baik.
c.      Pesan yang dijelaskan tidak dapat dipahami oleh penerima pesan.

Friday, 25 November 2016

Keadaan Perkoperasian di Indonesia

Koperasi di Indonesia saat ini menurut saya sangat memprihatinkan, karena banyak koperasi yang gulung tikar dan tidak aktif. Banyak koperasi yang tidak aktif saat ini akibat dari kurangnya perhatian dari pemerintah yang mendorong koperasi ini lebih maju, misalnya dengan memberikan bantuan dana. Selain itu juga dari pihak masyarakat itu sendiri yang kurang memahami ilmu ekonomi tentang koperasi. Masyarakat juga sangat menentukan jalannya koperasi tersebut karena siapa saja berhak berpartisipasi menjadi anggota koperasi. Sumber daya manusia yang kurang berkualitas juga mempengaruhi mundurnya koperasi yang berakibat banyak diambil alih oleh pihak swasta.keadaan koperasi ini mungkin diketahui oleh masyarakat luas tetapi akibat perubahan zaman dan gengsi saat ini maka dari itu banyak masyarakat yang lebih memilih membeli sesuatu di pasar swalayan.
Pemerintah pun sebenarnya memiliki peran dalam permodalan dana koperasi, pemerintah memang menyisihkan dana untuk namun subsidi tersebut tidak disebarkan untuk koperasi jangkauan luas. Dana tersebut lebih dirasakan oleh koperasi yang berada di kota – kota besar dan  koperasi milik instansi pemerintah yang lebih banyak koperasi nya bersifat tertutup, padahal jika dilihat dari jangkauannya koperasi dikota – kota kecil ataupun pedesaan yang justru lebih menjangkau sampai masyarakat luas. Koperasi Indonesia seharusnya dapat berdiri sendiri walaupun tanpa campur tangan pemerintah, agar koperasi tersebut bisa mandiri dan dapat bersaing dengan badan usaha lain di era yang semakin modern ini.

Saturday, 15 October 2016

Tugas Kelompok 2 - Sejarah Singkat Koperasi



Tugas Kelompok Softskills







Disusun Oleh       :
Budi Satria
Dewi Widiawati
M.Khadafi
Rafina Sukma Putri
Reynald Kriesmana
Wisnu Agus P.

3EA33



















Universitas Gunadarma
2015/2016

Sejarah Singkat Koperasi

Koperasi yang mula-mula sekali tumbuh pada awal abad ke 19 pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang spontan yang dilakukan oleh orang-orang yang kemampuan ekonominya terbatas. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistim kapitalisme demikian memuncaknya. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Dibawah ini adalah sejarah singkat koperasi diberbagai negara         :

Inggris                :
Koperasi di Inggiris memiliki kaitan dengan adanya revolusi industri, terjadinya revolusi indosrti tidak memberikan hasil yang maksimal untuk memperbaiki tatanan ekonomi Inggris pada saat itu. Karena pada saat revolusi industri sistem ekonomi yang dipakai adalah kapitalisme yang hanya menguntungkan untuk para pemilik modal. Dalam masa perekonomian yang sulit ini muncullah koperasi pertama di Inggris dengan nama Koperasi Rochdale dan dipimpin oleh Charles Howart pada tanggal 24 Oktober 1844. Sampai saat ini tanggal tersebut diperingati sebagai hari Gerakan Koperasi  Modern.
Pada awalnya, usaha yang dijalankan Koperasi Rochdale  adalah penyediaan barang barang untuk konsumsi sehari-hari. Lama kelamaan koperasi ini mendirikan sebuah pabrik dan perumahan untuk para anggotanya, pembangunan pabrik pun membuka banyak lapangan pekerjaan baru untuk memeperbaiki kondisi perekonpmian pada saat itu. Beberapa tahun kemudian, koperasi mulai masuk ke dalam kegiatab pendidikan dengan membangun dan menyediakan tempat membaca surat kabar. Setelah melihat keberhasilan Koperasi Rochdale , berdirilah sekitar 100 koperasi pada tahun 1852, untuk memperkuat gerakan koperasi ini didirikan lah pusat koperasi pembelian The Cooperative Whole-sale Society (C.W.S). Pusat koperasi ini sangat berkembang hingga pada tahun 1945 CWS memiliki 200 unit pabrik dan 9000 pekerja.

Swedia                :

          Salah seorang pelopor Koperasi yang cukup terkemuka dari Swedia bernama Albin Johansen. Salah satu tindakannya yang cukup spektakuler adalah menasionalisasikan perusahaan penyaringan minyak bumi yang menurut pendapatnya, dapat dikelola dengan cara yang tidak kalah efisiennya oleh Koperasi. Pada tahun 1911 gerakan Koperasi di Swedia berhasil mengalahkan kekuatan perusahaan besar. Pada tahun 1926 Koperasi berhasil menghancurkan monopoli penjualan tepung terigu yang dimilikki perusahan swasta. Pada akhir tahun 1949, jumlah Koperasi di Swedia tercatat sebanyak 674 buah dengan sekitar 7.500 cabang dan jumlah anggota hampir satu juta keluarga. Rahasia keberhasilan Koperasi-koperasi Swedia adalah berkat program pendidikan yang disusun secara teratur dan pendidikan orang dewasa di Sekolah Tinggi Rakyat (Folk High School), serta lingkaran studi dalam pendidikan luar sekolah. Koperasi Pusat Penjualan Swedia (Cooperative Forbundet), mensponsori program-program pendidikan yang meliputi 400 jenis kursus teknis yang diberikan kepada karyawan dan pengurus Koperasi.

Denmark             :

Jumlah  anggota  Koperasi  di  Denmark  meliputi  sekitar  30%  dari  seluruh penduduk. Denmark. Hampir  sepertiga penduduk pedesaan Denmark  yang berusia  antara 18 s/d  30 tahun balajar di perguruan tinggi. Dalam  perkembangannya,  tidak  hanya  hasil-hasil  pertanian  yang  didistribusikan melalui Koperasi, melainkan meliputi pula barang-barang kebutuhan sector pertanian itu  sendiri. Selain itu,  di  Denmark  juga berkembang Koperasi  konsumsi.  Koperasi-koperasi konsumsi ini kebanyak didirikan oleh serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan.

Amerika Serikat         :

Koperasi pertama yang berdiri di Amerika Serikat adalah The Philadelphia. Contributionship From Lose By Fire. Semacam asuransi kebakaran. Berikutnya berdiri koperasi pengairan yang mengurus irigasi pertanian. Dan pada tahun 1880 berdiri koperasi-koperasi pertanian yang besar (History and Performance of Inkopkar 1995). Sementara itu, di Amerika Serikat, selama bertahun-tahun juga telah berkembang perkumpulan simpan pinjam yang dikenal dengan nama Credit Union, berkat anjuran Alphonso Desjardin (1854- 1921). Perkembangan yang pesat usaha simpan pinjam melalui “bank rakyat ” mendorong Alphonso berpikir akan perlunya landasan hukum bagi usaha tersebut.Atasusaha keras Alphonso bersama temannya Edward A Filene (1860-1913), pada tahun 1909, lahirlah undang-undang pertama tentang koperasi Simpan pinjam di Massachussets. Dalam perkembangannya, undang-undang tentang koperasi simpan pinjam itu juga mulai melebar ke New Hampshire.Koperasi simpan pinjam tersebut selanjutnya menjadi model atau teladan bagi seluruh koperasi simpan pinjam di Amerika Serikat, bahkan sampai ke Kanada.

Perancis             :
Perancis  dan  perkembangan  industri  telah  menimbulkan  kemiskkinan  dan penderitaan  bagi  rakyat  Perancis.  Berkat  dorongan  pelopor-pelopor  mereka seperti Charles Forier, Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle, yang menyadari perlunya perbaikan nasib  rakyat,  para  pengusaha  kecil  di  Perancis  berhasil  membangun  Koperasi-koperasi yang bergerak dibidang produksi. Dewasa ini di Perancis terdapat gabungan Koperasi konsumsi nasional Perancis (Federation Nationale Dess Cooperative de Consommation), dengan jumlah koperasi yang tergabung sebanyak 476 buah. Jumlah anggotanya mencapai 3.460.000 orang, dan toko yang di miliki berjumlah 9.900 buah dengan perputaran modal sebesar 3.600 milyar franc/tahun



Jerman                         :

Sekitar tahun 1848, saat inggris dan perancis telah mencapai kemajuan, muncul seorang pelopor yang bernama F.W. Raiffeisen, walikota di Flammersfield ia menganjurkan agar kaum petani menyatukan diri dalam perkumpulan simpan pinjam.
Setelah melalui beberapa  rintangan, akhirnya  Raiffesien dapat mendirikan Koperasi dengan pedoman kerja sebagai berikut :
  • Anggota Koperasi wajib menyimpan sejumlah uang
  • Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman dengan membayar bunga.
  • Usaha  Koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat  agar tercapai  kerjasama yang erat.
  • Pengurusan  Koperasi  diselenggarakan  oleh  anggota  yang  dipilih  tanpa  mendapatkan upah.
  • Keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membantu kesejahteraan masyarakat
Pelopor Koperasi lainnya dari Jerman ialah seorang hakim bernama H. Schulze yang berasal dari kota Delitzcsh. Pada tahun 1849 ia mempelopori pendirian Koperasi simpan-pinjam  yang  bergerak  di  daerah  perkotaan.  

Pedoman  kerja  Koperasi  simpan-pinjam Schulze adalah :

1. Uang simpanan sebagai modal kerja Koperasi dikumpulkan dari anggota
2. Wilayah kerjanya didaerah perkotaan.
3.  Pengurus Koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya.
4.  Pinjaman bersifat jangka pendek.
5.  Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada anggota.

Korea                           :

Perkembangan Koperasi di Korea, khususnya Koperasi pedesaan, dimulai pada awal abad ke-20. Di Korea ada dua organisasi pedesaan yang melayani kebutuhan kredit petani, yakni Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian. Pada tahun 1961dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Koperasi pertanian yang baru, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu dengan nama Gabungan Koperasi Pertanian Nasional (National Agricultural Cooperative Federation), disingkat NACF. Gabungan ini bekerja atas dasar prinsip-prinsip Koperasi yang modern dan melakukan kerjanya atas dasar serba usaha (Multipurpose). NACF bertugas mengembangkan sector pertanian, meningkatkan peran ekonomi dan sosial petani, serta menyelenggarakan usaha-usaha peningkatan budaya rakyat.
Jepang                         :

Koperasi pertama kali berdiri di Negara ini pada tahun 1900 (33 tahun sesudah pembaharuan oleh Kaisar Meiji), atau bersamaan waktunya dengan pelaksanaan Undang-undang Koperasi Industri Kerajinan. Cikal bakal kelahiran Koperasi di Jepang mulai muncul ketika perekonomian uang mulai dikenal oleh masyarakat pedalaman. Gerakan Koperasi pertanian mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya ketika penduduk Jepanng menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933. Di Jepang ada dua bentuk Koperasi pertania. Yang pertama disebut Koperasi Pertanian Umum. Koperasi ini bekerja atas dasar serba usaha, misalnya menyelenggarakan usaha pemasaran hasil pertanian, menyediakan kredit untuk usaha perasuransian, pemberian bimbingan dan penyuluhan pertanian bagi usaha tani. Bentuk Koperasi yang lain disebut Koperasi Khusus. Koperasi ini hanya menyelenggarakan satu jenis usaha seperti Koperasi buah, Koperasi daging ternak, Koperasi bunga-bungaan dan sebagainya. Pada umumnya Koperasi-koperasi pertanian di Jepang menyelenggarakan bentuk usaha Koperasi yang pertama.

Indonesia                      :

Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya.Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.     
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi) Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon.Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling InlandschheCooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.
Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan. Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.


1.    Apakah sebab-sebabnya di negara Eropa Barat pada waktu sistim kapitalisme sedang memuncak, masyarakat cenderung memilih Koperasi sebagai suatu cara yang demokratis untuk melenyapkan pengaruh kekuasaan kapitalis?
Sehingga Koperasi hingga dewasa ini tetap tumbuh subur di negara-negara yang dikenal menganut sistim kapitalisme?
2.    Jenis koperasi apakah yang dipilih di Inggris dalam menghadapi pengaruh revolusi industri dipertengahan abad ke 19? Apakah yang mendorong mereka mengambil sikap ini ?
3.    Jerman adalah negara tempat lahirnya Koperasi Kredit.
Sebutkan jenis-jenis Koperasi Kredit pertama itu dan terangkan hal-hal yang mendorong terbentuknya Koperasi-Koperasi tersebut yang kemudian ditiru di negara-negara lain termasuk Indonesia.
4.    Pada tahun 1957 di Korea terdapat dua macam Koperasi yang melayani kredit bagi petani. Terangkan keadaan yang diciptakan 2 badan tersebut dan langkah apakah yang kemudian diambil demi pelayanan yang menguntungkan petani?
5.    Dalam menghadapi akibat krisis ekonomi dunia, sesudah tahun 1930-an di Jepang Koperasi pertanian digunakan sebagai alat membendung kemorosotan harga hasil pengembangan industri di negara itu terhadap perkembangan Koperasi?
6.    Sejak tahun 1950 hingga tahun 1959 Gerakan Koperasi di Indonesia tumbuh dan berkembang dari bawah dan sesudah tahun 1959 hingga 1966 tumbuhnya Koperasi lebih banyak didorong atas. Terangkan maksudnya!
7.    Periode tahun 1966-1969 adalah periode rehabilitasi organisasi dan penyelamatan Koperasi di Indonesia.
8.    Dewan Koperasi Indonesia(DEKOPIN) adalah kelanjutan dari SOKSI yang lahir bersamaan dengan Hari Koperasi Pertama di Indonesia.
a)      Ceritakan hubungan DEKOPIN dengan Keputusan Kongres Koperasi Pertama.
b)      Apakah bedanya DEKOPIN hasil MUNAS Koperasi ke-X-1977 dan sebelumnya?

1.      Karena ternyata bahwa Koperasi kemudian menjadi organiasi pengimbang yang dapat melenyapkan keburukan-keburukan sistim kapitalisme itu sendiri.
2.      Koperasi Rochdale. Karena Koperasi ini berhasil mengembangkan dirinya dari sebuah toko kecil menjadi usaha yang mampu mendirikan pabik, dan perumahan untuk para anggota serta menyelenggarkan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anggota dan para pengurus Koperasi.
3.      Koperasi Reiffeisen dan Koperasi Schultze Delitzch. Menjadi koperasi bank yang disegani. Koperasi Konsumen.
4.      Bank Pertanian dan Koperasi Pertanian. Dua organisasi tersebut kurang effisien karena bukan saja melayani kepentingan yang sama tetapi juga satu sama lain saling bersaingan. Oleh karenanya maka dirasakan perlu adanya kerja sama dan keserasian kerja antara kedua badan tersebut.
5.      Iya. Dan menghasilkan pembangunan koperasi ditiap kota dan desa, di Jepang dan mempersatukan semua petani dalam satu gerakan dan mengkokohkan posisi bisnis dari Koperasi-Koperasi.
6.      Artinya atas prakarsa rakyat sendiri, sedangkan sesudah itu sampai tahun 1966 tumbuhnya Koperasi lebih banyak didorong dari atas.
7.      Koperasi mengalami rationalisasi yang drastis dengan akibat runtuhnya Koperasi-Koperasi yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan Undang-undng Perkoperasian yang baru tersebut.
8.      a). Tiap 5 tahun sekali diadakan Kongres Koperasi yang disebut Musyawarah Nasional Koperasi, pada kesempatan itu pula diadakan Rapat Anggota DEKOPIN. Oleh sebab itu Anggaran Dasar DEKOPIN dan program pelaksanaanya selalu bernapaskan Keputusan Kongres Koperasi pertama 12 Juli 1947 itu yang disesuaikan dengan rencana pembangunan Nasional.
b). Federasi DEKOPIN-DEKOPIN diubah menjadi bentuk kesatuan dan dalam pimpinannya dimasukkan unsure masyarakat, antara lain Perguruan/Penrguruan Tinggi, untuk selalu memberikan napas masyarakat kedalamnya.